Basen on true story

Juli 14, 2008

Based on True Story..

Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi,
usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam,pak
Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat
istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua. mereka
menikah sudah lebih 32 tahun. Mereka dikarunia 4 orang
anak disinilah awal cobaan menerpa,setelah istrinya
melahirkan anak ke 4 tiba2 kakinya lumpuh dan tidak
bisa digerakkan itu terjadi selama 2 tahun, menginjak
tahun ke 3 seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan
terasa tidak bertulang lidahnyapun sudah tidak bisa
digerakkan lagi.
Setiap hari pak suyatno memandikan, membersihkan
kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas
tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia letakkan
istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa
kesepian.
Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu
melihat istrinya tersenyum, untunglah tempat usaha pak
suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang
hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan
siang. sorenya dia pulang memandikan istrinya,
mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani
istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja
yg dia alami seharian.
Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa
menanggapi, pak suyatno sudah cukup senang bahkan dia
selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur.
Rutinitas ini dilakukan pak suyatno lebih kurang 25
tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil
membesarkan ke 4 buah hati mereka, sekarang anak2
mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yg masih kuliah.
Pada suatu hari ke 4 anak suyatno berkumpul dirumah
orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena
setelah anak mereka menikah sudah tinggal dengan
keluarga masing2 dan pak suyatno memutuskan ibu mereka
dia yg merawat, yang dia inginkan hanya satu semua
anaknya berhasil.
Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata “
Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil
melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan
keluar dari bibir bapak….bahkan bapak tidak ijinkan
kami menjaga ibu”, dengan air mata berlinang anak itu
melanjutkan kata2nya “sudah yg
keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi,
kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak
menikmati masa tua bapak dengan berkorban seperti ini
kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji kami
akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”.
Pak suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga
anak2 mereka.” Anak2ku… Jikalau perkawinan & hidup
didunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan
menikah…tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian
disampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah
melahirkan kalian..
Sejenak kerongkongannya tersekat,… kalian yg selalu
kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yg
tidak satupun dapat menghargai dengan apapun. coba
kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya
seperti ini. Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah
bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan
keadaanya sekarang, kalian menginginkan bapak yg masih
diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain,
bagaimana dengan ibumu yg masih sakit.” Sejenak
meledaklah tangis anak2 pak suyatno merekapun melihat
butiran2 kecil jatuh dipelupuk mata ibu suyatno.
Dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat
dicintainya itu..
Sampailah akhirnya pak suyatno diundang oleh salah
satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan
merekapun mengajukan pertanyaan kepada pak suyatno
kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya
yg sudah tidak bisa apa2..disaat itulah meledak tangis
beliau dengan tamu yg hadir di studio kebanyakan kaum
perempuanpun tidak sanggup menahan haru disitulah pak
Suyatno bercerita.
“Jika manusia di dunia ini mengagungkan sebuah cinta
dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi memberi
waktu, tenaga, pikiran, perhatian adalah kesia-siaan.
Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya,
dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat
saya,mencintai saya dengan hati dan batinnya bukan
dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yg
lucu2…Sekarang dia sakit karena berkorban untuk
cinta kita bersama..dan itu merupakan ujian bagi saya,
apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya
apa adanya. sehatpun belum tentu saya mencari
penggantinya apalagi dia sakit


SMK MAria Mediatrix (Ketentuan mengikuti Ujian Praktek)

April 11, 2008

Ketentuan Mengikuti Ujian

  1. Siswa berseragam rapi
  2. Dilarang membawa buku kertas ataupun alat tulis
  3. Tempat duduk ditentukan oleh pengawas/petugas dan di larang berpindah tempat duduk/komputer
  4. Siswa dilarang membantu siswa lainya
  5. Siswa dilarang makan dan minum didalam lab. Komputer selama ujian berlangsung
  6. Waktu Ujian 2 jam (160 menit) tidak termasuk praktek jaringan

Mau cari Music, Movie, Program n lain2 ni tempatnya

Maret 25, 2008

http://www.indowebster.com/

http://darkneko.multiply.com/tag/ayodance

coba aja cek…

kalo downloadnya lama pake IDM (Internet Download Manager) aja


Download music Gratis Niii disini (ada ost. Audition online jg)

Maret 25, 2008

http://naroe46.multiply.com/journal/item/6